Kemiskinan dan Kesenjangan
Kemiskinan dan Kesenjangan
a) Kemiskinan secara etimologis berasal dari kata “miskin” yang artinya tidak berharta benda dan serba kekurangan. Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti, makan, pakaian, tempat berindung, pendidikan, dll.
a) Kemiskinan secara etimologis berasal dari kata “miskin” yang artinya tidak berharta benda dan serba kekurangan. Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti, makan, pakaian, tempat berindung, pendidikan, dll.
b) Faktor-faktor
penyebab terjadinya kemiskinan yaitu :
Factor penyebab kemiskinan yaitu :
1.Pengangguran
Semakin banyak pengangguran, semakin banyak pula
orang-orang miskin yang ada di
sekitar. Karena pengangguran atau orang yang
menganggur tidak bisa mendapatkan
penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Padahal kebutuhan setiap manusia itu
semakin hari semakin bertambah. Selain itu
pengangguran juga menimbulkan dampak yang
merugikan bagi masyarakat, yaitu pengangguran dapat
menjadikan orang biasa menjadi
pencuri, perampok, dan pengemis yang akan
meresahkan masyarakat sekitar.
2.Tingkat pendidikan yang rendah
Tidak adanya keterampilan, ilmu pengetahuan, dan
wawasan yang lebih, masyarakat tidak
akan mampu memperbaiki hidupnya menjadi lebih baik.
Karena dengan pendidikan
masyarakat bisa mengerti dan memahami bagaimana
cara untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi kehidupan manusia.
Dengan belajar, orang yang semula tidak bisa
menjadi bisa, salah menjadi benar, dsb. Maka
dengan tingkat pendidikan yang rendah masyarakat
akan dekat dengan kemiskinan.
3.Bencana Alam
Banjir, tanah longsor, gunung meletus, dan tsunami
menyebabkan gagalnya panen para
petani, sehingga tidak ada bahan makanan untuk
dikonsumsi dan dijual kepada penadah atau koperasi. Kesulitan bahan makanan dan
penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari tidak dapat terpenuhi.
4. Perang
Perang sangat berpengaruh terhadap faktor ekonomi
disuatu Negara dimana perang itu bisa membuat system perekonomian Negara turun
drastic. Perang Negara mengakibatkan Negara tersebut tidak bisa memasok
kebutuhan Negara tersebut. Salah satunya kurangnya kebutuhan pokok, karena
pasokan makanan, minuman, obat-obatan sangat sulit didapatkan. begitupun dari perang tersebut banyak
masyarakat-masyarakat terjajah diambil harta, benda maupun kekayaan alamnya. Hal
tersebut membuat Negara itu miskin.
5. keterbatasan Sumber Alam
Suatu masyarakat akan akan dilanda kemiskinan
apabila sumber alamnya tidak lagi memberikan keuntungan bagi kehidupan mereka.
Hal ini sering dikatakan masyarakat itu miskin karena sumber daya alamnya
miskin. Sehingga masyarakat tidak bisa memanfaatkan sumber daya alam untuk
mendapatkan penghasilan.
Karena,
masyarakat Indonesia faktanya mayoritas miskin ( masih dibawah standard kehidupan
layak ). Hal tersebut disebut disebabkan beberapa factor, salah satunya yang
paling mencolok yaitu kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM) dimana masyarakat
Indonesia masih lemah baik sikapnya, ilmunya, maupun teknologinya yang belum
mumpuni. Hal ini dipengaruhi oleh sistem pendidikan di Indonesia. Oleh sebab
itu banyak masyarakat Indonesia yang belum bisa mengolah kekayaan Indonesia
sendiri. Sehingga mayoritas masyarakat Indonesia belum dapat mencukupi
kebutuhan pokok seperti sandang, pangan, papan begitupun kesehatan. Hal
tersebutlah yang membuat Indonesia terindikator kemiskinan absolut.
Karena,
seperti yang kitaketahui Negara Indonesia memiliki jumlah penduduk yang sangat
banyak. Sebenarnya dari banyaknya jumlah penduduk Indonesia berpotensi memiliki
tenaga kerja yang banyak. Namun, tidak imbangnya lapangan pekerjaan di
Indonesia dengan jumlah lulusan tenaga kerja membuat banyaknya tenaga kerja
yang menganggur. Banyak factor yang mempengaruhi hal tersebut, diantaranya
persaingan yang semakin ketat, banyaknya jurusan yang hanya terfokus
(mayoritas) memilih jurusan tertentu. Padahal kita ketahui Indonesia sendiri
banyak sekali pilihan yang kita bisa kembangkan. Dengan inovasi-inovasi tidak
harus itu-itu saja. Kita sebagai penerus generasi harus berfikir kreatif agar
tingkat penggangguran di Indonesia tidak terus bertambah.
Komentar
Posting Komentar