BAB 7 Perencanaan dan Pengembangan Karier
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Ada kesempatan
untuk maju. Sudah menjadi sifat dasar dari manusia pada umumnya untuk menjadi
lebih baik, lebih maju dari posisi yang dipunyai saat ini, karena itulah mereka
menginginkan suatu kemajuan dalam hidupnya.
Kesempatan untuk
maju yang termasuk ke dalam program pengembangan dapat diwujudkan jika mereka
diberikan kesempatan untuk mengikuti program pelatihan dan Pendidikan. Program pelatihan
dan Pendidikan yang mana yang diikuti perlu direncanakan dengan baik, agar pada
gilirannya mereka mempunyai kesempatan untuk dipromosikan dipindahkan dari
suatu jabatan lain yang mempunyai status dan tanggung jawab yang lebih tinggi.
Berikut akan
diberikan pemahaman tentang pengertian perencanaan dan pengembangan karier,
manfaat pengembangan karier, dan sebagainya.
1.2 Rumusan Masalah
1.
Apakah
Pengertian, Perencanaan, dan Pengembangan Karier ?
2.
Bagaimanakah
Ruang Lingkup Perencanaan Karier ?
3.
Bagaimanakah
Langkah-langkah Perencanaan Karier ?
4.
Bagaimanakah
Berbagai Pertimbangan dalam Perencanaan Karier ?
5.
Apakah
Informasi dan Konseling pada Perencanaan Karier ?
6.
Bagaimanakah
Pengembangan Karier ?
7.
Apakah
Manfaat Perencanaan dan Pengembangan Karier ?
1.3
Tujuan Masalah
1.
Untuk
Megetahui Pengertian, Perencanaan, dan Pengembangan Karier
2.
Untuk
Megetahui Ruang Lingkup Perencanaan Karier
3.
Untuk
Megetahui Langkah-langkah Perencanaan Karier
4.
Untuk
Megetahui Berbagai Pertimbangan dalam Perencanaan Karier
5.
Untuk
Megetahui Informasi dan Konseling pada Perencanaan Karier
6.
Untuk
Megetahui Pengembangan Karier
7.
Untuk
Megetahui Manfaat Perencanaan dan Pengembangan Karier
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian,
Perencanaan, dan Pengembangan Karier
Karier
adalah semua jabatan/pekerjaan yang dimiliki/dipegang selama kehidupan kerja
seseorang.
Perencanaan
karier adalah suatu perencanaan tentang kemungkinan seorang karyawan suatu
organisasi atau perusahaan sebagai individu meniti proses kenaikan pangkat atau
jabatan sesuai persyaratan dan kemampuannya.
Menurut
kol. Susilo Martoto, Perencanaan Karier adalah suatu perencanaan tentang
kemungkinan-kemungkinan seorang karyawan/anggota organisasi sebagai individu
meniti proses kenaikan pangkat/jabatan sesuai persyaratan dan kemampuannya.
Pengembangan
karir adalah suatu langkah yang ditempuh perusahaan untuk menghadapi tuntutan
tugas karyawan dan untuk menjawab tantangan masa depan dalam mengembangkan
sumber daya manusia di perusahaan yang merupakan suatu keharusan dan mutlak
diperlukan (Siagian, 2001).
2.2
Ruang Lingkup Perencanaan Karier
Ruang lingkup
perencanaan karier mencakup hal-hal sebagai berikut:
a.
Perencanaan
jenjang jabatan atau pangkat karyawan
Terdapat piramida kepangkatan yang serasi sesuai dengan prinsip rentang kendali (span of control) dalam suatu organisasi/perusahaan karena Semakin tinggi pangkat, semakin terbatas pula jumlah personil yang menduduki kepangkatan tersebut.
Perencanaan jenjang jabatan atau pangkat karyawan perlu memperhatikan faktor-faktor diantaranya: sifat tugas, beban tugas dan tanggung jawab yang dipikul pejabat yang bersangkutan.
Terdapat piramida kepangkatan yang serasi sesuai dengan prinsip rentang kendali (span of control) dalam suatu organisasi/perusahaan karena Semakin tinggi pangkat, semakin terbatas pula jumlah personil yang menduduki kepangkatan tersebut.
Perencanaan jenjang jabatan atau pangkat karyawan perlu memperhatikan faktor-faktor diantaranya: sifat tugas, beban tugas dan tanggung jawab yang dipikul pejabat yang bersangkutan.
b.
Perencanaan
tujuan-tujuan organisasi/perusahaan.
Tujuan-tujuan organisasi mulai dari
tingkat teratas sampai dengan eselon-eselon dibawahnya, akan menentukan jalur
karir anggota organisasi bersangkutan. Disinilah kemampuan intelektual maupun
kepribadian kepemimpinan akan diuji, untuk dapat meniti karier tersebut.
Tujuan organisasi sangat penting dirumuskan agar setiap anggota organisasi mempunyai tujuan yang jelas terarah. Dari tujuan organisasi akan dapat ditentukan:
1) Besar kecilnya misi organisasi
2) Berat ringannya tugas pekerjaan
3) Spesifikasi pekerjaan yang perlu dirumuskan
4) Jenis kelompok pekerjaan yang perlu disusun
5) Kuantitas dan kualitas personel yang diperlukan
Jenjang karier seseorang akan menunjang kepentingan dan atau tujuan-tujuan organisasi/perusahaan yang telah disiapkan.
Manfaat perencanaan karier adalah:
• Mengembangkan para karyawan yang dapat dipromosikan (potensial)
• Menurunkan perputaran karyawan
• Mengungkap potensi kayawan
• Mendorong pertumbuhan
• Mengurangi penimbunan
• Memuaskan kebutuhan karyawan
• Membantu pelaksanaan rencana-rencana kegiatan yang telah disetujui
Tujuan organisasi sangat penting dirumuskan agar setiap anggota organisasi mempunyai tujuan yang jelas terarah. Dari tujuan organisasi akan dapat ditentukan:
1) Besar kecilnya misi organisasi
2) Berat ringannya tugas pekerjaan
3) Spesifikasi pekerjaan yang perlu dirumuskan
4) Jenis kelompok pekerjaan yang perlu disusun
5) Kuantitas dan kualitas personel yang diperlukan
Jenjang karier seseorang akan menunjang kepentingan dan atau tujuan-tujuan organisasi/perusahaan yang telah disiapkan.
Manfaat perencanaan karier adalah:
• Mengembangkan para karyawan yang dapat dipromosikan (potensial)
• Menurunkan perputaran karyawan
• Mengungkap potensi kayawan
• Mendorong pertumbuhan
• Mengurangi penimbunan
• Memuaskan kebutuhan karyawan
• Membantu pelaksanaan rencana-rencana kegiatan yang telah disetujui
2.3 Langkah-langkah
Perencanaan Karier
Proses atau langkah-langkah yang
akan ditempuh untuk menyusun rencana karir terdiri atas hal-hal berikut ini :
1.
Menilai Diri Sendiri
Hal
utama dalam memulai perencanaan karir adalah bertanya atau memahami diri
sendiri. Mengenali peluang-peluang, kesempatan-kesempatan, kendala-kendala,
pilihan-pilihan, konsekuensi-konsekuensi, keterampilan, bakat dan nilai
berhubungan pada kesempatan karir.
2.
Menetapkan Tujuan Karir
Setelah
orang dapat menilai kekuatan, kelemahan, dan setelah mendapat pengetahuan
tentang arah dari kesempatan kerja, maka tujuan karir dapat diidentifikasi dan
kemudian dibentuk.
3.
Menyiapkan Rencana-Rencana
Rencana
tersebut mungkin dibuat dari berbagai macam desain kegiatan untuk mencapai
tujuan karir.
4.
Melaksanakan Rencana- Rencana
Untuk
mengimplementasika satu rencana kebanyakan diperlukan iklim organisasi yang
mendukung. Artinya bahwa manajemen tingkat atas harus mengajak semua tingkatan
dari manajemen untuk membantu bawahan mereka dalam meningkatkan karir mereka.
2.4 Berbagai
Pertimbangan dalam Perencanaan Karier
Dalam proses perencanaan karir, perlu dipertimbangkan
beberapa hal, khusus yang menyangkut masa jabatan atau pemindahan jabatan
seseorang yang berpengaruh pada jenjang karirnya. Pertimbangan-pertimbangan itu
ialah singkatnya masa jabatan, terlalu lamanya masa jabatan, dan keinginan
dipindahkan dari jabatan. Tiga hal tersebut patut menjadi perhatian.
Singkatnya Masa Jabatan. Bila seseorang memangku
jabatan belum cukup lama, pemindahan jabatan mengakibatkan hal-hal yang kurang
baik, yaitu:
1.
Pada umumnya, ia belum mengenal dan
menghayati pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya selama jabatan tersebut.
2.
Program kerja yang mungkin sudah
ditetapkan belum sempat diselesaikan.
3.
Belum bulat penghayatannya pada
jabatan yang dipangku, sudah harus menyiapkan diri memahami jabatan baru.
4.
Secara psikologis menimbulkan
pertanyaan yang sulit dijawab sebab-sebabnya.
Terlalu Lamanya Masa Jabatan. Masa jabatan seseorang terlalu
lama dalam suatu organisasi juga merupakan gejala tidak sehat. Akibat-akibat
yang mugkin timbul antara lain:
1.
Hinggapnya rasa bosan karena
pekerjaan-pekerjaan yang sama dalam masa yang lama, sehingga kurang
variasi.
2.
Sikap pasif dan apatis serta
mundurnya motivasi serta inisiatip dalam bekerja.
3.
Menumpulkan kreativitas seseorang
karena tak adanya tantangan yang berarti.
4.
Menimbulkan iklim bekerja yang
statis clan tidak mudah diubah dan menutup kemungkinan pejabat baru dari
generasi penerusnya.
Keinginan Pindah Jabatan. Harapan untuk dipindahkan dari
jabatan lama ke jabatan baru selalu ada dalam pikiran para karyawan atau
anggota suatu organisasi. Berbagai penyebab keinginan dari harapan tersebut
antara lain sebagai berikut:
1.
Seseorang terlalu lama menjabat
suatu jabatan yang terpencil/daerah terpencil, sehingga dirasakan tidak mudah
mengembangkan diri.
2.
Rasa kurang tepat pada jabatan yang
sekarang dijabat/diemban, karena tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan,
pengalaman atau keinginannya.
3.
Merasa bahwa jabatan yang sekarang
sekedar sebagai batu loncatan, untuk meniti karir lebih lanjut.
Demikian beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam
menyusun perencanaan karir dalam suatu organisasi. Kurang cermat dalam
mempertimbangkan hal-hal tersebut akan menimbulkan kefatalan dalam
mendinamiskan organisasi, lebih-lebih dalam rangka mencapai tujuan-tujuan
organisasi yang telah ditetapkan dan disetujui bersama.
2.5 Informasi dan
Konseling pada Perencanaan Karier
a.
Informasi
karier
Adanya informasi/penjelasan yang lengkap
tentang perencanaan karier bagi para anggota organisasi/karyawan memudahkan
anggota organisasi untuk mengetahui ketentuan, persyaratan, jenjang/arah karier
dalam organisasi. Pemberian informasi karier dapat dilakukan melalui ceramah,
pidato pengarahan, surat edaran, lokakarya, seminar, social meeting, dan
sebagainya.
b.
Konseling
karier
Menurut T. Hani Handoko, pembimbing karier
perlu menyadari bahwa karier merupakan bagian dari rencana hidup seseorang
sehingga rencana karier yang ditetapkan seharusnya adalah bagian integral dari
rencana hidupnya. Sehingga perlu adanya bimbingan karier untuk penilaian
pribadi dalam suatu organisasi. Penilaian pribadi tersebut meliputi minat,
bakat, kemampuan, motivasi, semangat, ketrampilan, dan moral seseorang.
2.6 Pengembangan
Karier
Andrew J. Dubrin (1982) mengemukakan
bahwa pengembangan karir adalah aktivitas kepegawaian yang membantu
pegawai-pegawai merencanakan karier masa depan mereka di perusahaan agar
perusahaan dan pegawai yang bersangkutan dapat mengembangkan diri secara
maksimum.
Pengembangan karir juga dapat
didefinisikan sebagai pendekatan formal yang diambil organisasi untuk
memastikan bahwa orang-orang dengan kualifikasi dan pengalaman yang tepat
tersedia pada saat dibutuhkan, karena perencanaan dan pengembangan karir
menguntungkan individu dan organisasi (Simamora, 2006).
Pengembangan karir (career development) meliputi
aktivitas-aktivitas untuk mempersiapkan seorang individu pada kemajuan jalur
karir yang direncanakan. Beberapa prinsip pengembangan karir adalah sebagai
berikut :
1.
Pekerjaan itu sendiri mempunyai
pengaruh yang sangat besar terhadap pengembangan karir.
2.
Bentuk pengembangan skillyang
dibutuhkan ditentukan oleh permintaan pekerjaan yang spesifik
3.
Pengembangan akan terjadi hanya jika
seorang individu belum memperolehskill yang sesuai dengan tuntutan
pekerjaan
4.
Waktu yang digunakan untuk
pengembangan dapat direduksi/dikurangi dengan mengidentifikasi rangkaian
penempatan pekerjaan individu yang rasional.
2.7 Manfaat Perencanaan
dan Pengembangan Karier
Dengan adanya perencanaan karir, maka perusahaan dapat :
1.
Menurunkan tingkat perputaran
karyawan (turnover), dimana perhatian
terhadap karir individual dalam perencanaan karir yang telah ditetapkan akan
dapat meningkatkan loyalitas pada perusahaan di mana mnereka bekerja, sehingga
akan memungkinkan menurunkan tingkat perputaran karyawan.
2.
Mendorong pertumbuhan, dimana
perencanaan karir yang baik akan dapat mendorong semangat kerja karyawan untuk
tumbuh dan berkembang. Dengan demikian motivasi karyawan dapat terpelihara.
3.
Memenuhi kebutuhan-kebutuhan
organisasi akan sumber daya manusia di masa yang akan datang.
4.
Memberikan informasi kepada
organisasi dan individu yang lebih baik mengenai jalur potensial karir di dalam
suatu organisasi.
5.
Mengembangkan pegawai yang dapat
dipromosikan, perencanaan karir membantu membangun penawaran internal atas
talenta yang dapat dipromosikan untuk mempertemukan dengan lowongan yang
disebabkan oleh masa pension, berhenti bekerja dan pengembangan.
6.
Menyediakan fasilitas bagi
penempatan internasional, organisasi global menggunakan perencanaan karir untuk
membantu mengidentifikasikan dan mempersiapkan penempatan di luar negeri.
7.
Membantu menciptakan keanekaragaman
angkatan kerja, ketika mereka diberikan bantuan perencanaan karir, pekerja
dengan latar belakang berbeda dapat belajar tentang harapan-harapan organisasi
untuk pertumbuhan sendiri dan pengembangan.
8.
Membuka jalan bagi karyawan yang
potensial, perencanaan karir memberikan keberanian kepada karyawan untuk
melangkah maju kemampuan potensial mereka karena mereka mempunyai tujuan karir
yang spesifik, tidak hanya mempersiapkan pekerja untuk lowongan di masa depan.
9.
Mengurangi kelebihan, perencanaan
karir menyebabkan karyawan, manajer dan departemen sumber daya manusia menjadi
berhati-hati atas kualifikasi karyawan, mencegah manajer yang mau menang
sendiri dari pembatasan sub-ordinate kunci.
10.
Membantu pelaksanaan rencana-rencana
kegiatan yang telah disetujui, perencanaan karir dapat membantu anggota
kelompok agar siap untuk jabatan-jabatan penting, persiapan ini akan membantu
pencapaian rencana-rencana kegiatan yang telah disetujui.
BAB III
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
Perencanaan karier
adalah suatu perencanaan tentang kemungkinan seorang karyawan suatu organisasi atau
perusahaan sebagai individu meniti proses kenaikan pangkat atau jabatan sesuai
persyaratan dan kemampuannya.
Pengembangan karir juga dapat didefinisikan sebagai
pendekatan formal yang diambil organisasi untuk memastikan bahwa orang-orang
dengan kualifikasi dan pengalaman yang tepat tersedia pada saat dibutuhkan,
karena perencanaan dan pengembangan karir menguntungkan individu dan organisasi
DAFTAR PUSTAKA
Komentar
Posting Komentar