BAB 2 Sistem Perencanaan SDM
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Dalam manajemen,
perencanaan adalah proses mendefinisikan tujuan organisasi, membuat strategi
untuk mencapai tujuan itu, dan mengembangkan rencana aktivitas kerja
organisasi. Perencanaan merupakan proses terpenting darisemua fungsi manajemen
karena tanpa perencanaan fungsi-fungsi lain pengorganisasian, pengarahan,
dan pengontrolan tak akan dapat berjalan.
Sebuah
organisasi baik bisnis maupun non bisnis tidak terlepas dari adanya peran
pekerja. Guna memberdayakan pekerja secara efektif diperlukan
sebuah perencanaan sumber daya manusia. Suatu organisasi menurut Riva’i (2004;35)
tanpa didukung pegawai + karyawan yang sesuai baik segi kuantitatif,
kualitatif, strategi dan operasionalnya ,maka organisasi + perusahaan itu tidak
akan mampumempertahankan keberadaannya, mengembangkan dan memajukan di masa
yang akan datang.
Perencanaan sumber daya manusia (Human Resource Planning)
merupakan proses
manajemen dalam menentukan pergerakan sumber daya manusiaorganisasi dari
posisi yang diinginkan dimasa depan, sedangkan sumber daya manusia adalah seperangkat proses-proses dan aktivitas yang
dilakukan bersamaoleh manajer sumber daya
manusia dan
manajer lini untuk menyelesaikan masalah
organisasi yang terkait dengan manusia.
Peranan sumber daya manusia dalam organisasi sebenarnya sudah ada sejak dikenalnya organisasi sebagai wadah usaha bersama
dalam mencapai suatu tujuan.Dengan berbagai macam individu yang ada dalam suatu
organisasi perusahaan,dimana terdapat
perbedaan dalam latar belakang seseorang seperti pendidikan, pengalaman,
ekonomi, status, kebutuhan, harapan dan lain sebagainya menuntut pimpinan
perusahaan untuk dapat mengelola dan memanfaatkannya sedemikianrupa sehingga tidak menghambat tujuan organisasi yang
ingin dicapai.
1.2
Rumusan Masalah
1. Apakah
Pengertian Dan Tujuan Dari Perencanaan
Sumber Daya Manusia ?
2. Apakah
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perencanaan SDM ?
3. Bagaimanakah
Hubungan Antara Perencanaan SDM Dengan Anggaran ?
4. Bagaimanakah
Anggaran Dan Manajemen Keuangan ?
5. Apakah
Pengertian Dari Forcasting SDM ?
1.3
Tujuan Masalah
1. Untuk
mengetahui Pengertian Dan Tujuan Dari
Perencanaan Sumber Daya Manusia.
2. Untuk
mengetahui Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perencanaan SDM.
3. Untuk
mengetahui Hubungan Antara Perencanaan SDM Dengan Anggaran.
4. Untuk
mengetahui Anggaran Dan Manajemen Keuangan.
5. Untuk
mengetahui Pengertian Dari Forcasting SDM.
BAB
II
PEMBAHASAN
Sumber daya manusia adalah kemampuan
terpadu dari daya pikir dan daya fisik yang dimiliki individu, perilaku dan
sifatnya ditentukan oleh keturunan dan lingkungannya, sedangkan prestasi
kerjanya dimotivasi olehkeinginan untuk memenuhi kepuasannya.Andrew E. Sikula
(1981;145) mengemukakan bahwa: “Perencanaan sumber daya manusia atau
perencanaan tenaga kerja didefinisikan sebagai proses menentukan kebutuhan
tenaga kerja dan berarti mempertemukan kebutuhan tersebut agar pelaksanaannya
berinteraksi dengan rencana organisasi”. George Milkovich dan Paul C. Nystrom
(Dale Yoder, 1981:173) mendefinisikan bahwa: “Perencanaan tenaga kerja adalah
proses peramalan, pengembangan, pengimplementasian dan pengontrolan yang
menjamin perusahaan mempunyai kesesuaian jumlah pegawai, penempatan pegawai
secara benar, waktu yang tepat, yang secara otomatis lebih bermanfaat”.
Perencanaan SDM merupakan proses analisis dan identifikasi tersedianya
kebutuhan akan sumber daya manusia sehingga organisasi tersebut dapat mencapai
tujuannya.
Perencanaan SDM harus mempunyai
tujuan yang berdasarkan kepentingan individu, organisasi dan kepentingan
nasional. Tujuan perencanaan SDM adalah menghubungkan SDM yang ada untuk
kebutuhan perusahaan pada masa yang akan datang untuk menghindari miss
manajemen dan tumpang tindih dalam pelaksanaan tugas.
2.2
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi
Perencanaan SDM
Proses perencanaan sumber daya
manusia dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain:
1.
Lingkungan
Ekternal
Perubahan
– perubahan lingkungan sulit di prediksi dalam jangka pendek dan kadang –
kadang tidak mungkin diperkirakan dalam jangka yang panjang. Perkembangan
ekonomi mempunyai pengaruh yang sangat besar tetapi sulit diestimasikan.
Sebagai salah satu contoh inflasi pengangguran dan tingkat bunga yang sering
terjadi merupakan faktor penentu kondisi bisnis yang dihadapi perusahaan.
Kondisi politik hukum mempunyai implikasi pada perencanaan sumber daya manusia
melalui berbagai bidang di bagian personalia, perubahan sikap, perilaku dan
sebagainya. Sedangkan perubahan – perubahan teknologi sekarang ini tidak hanya
sulit diramal tetapi juga sulit dinilai. Perkembangan komputer secara dahsyat
merupakan contoh jelas perubahan teknologi menimbulkan gejolak sumber daya
manusia.
Para pesaing merupakan suatu tantangan ekternal lainnya yang akan mempengaruhi permintaan sumber daya manusia organisasi. Sebagai contoh “pembajakan” manajer akan memaksakan perusahaan akan selalu menyiapkan pengantinya melalui antisipasi dalam perencanaan sumber daya manusia.
Para pesaing merupakan suatu tantangan ekternal lainnya yang akan mempengaruhi permintaan sumber daya manusia organisasi. Sebagai contoh “pembajakan” manajer akan memaksakan perusahaan akan selalu menyiapkan pengantinya melalui antisipasi dalam perencanaan sumber daya manusia.
2.
Keputusan
– keputusan Organisasional
Berbagai
keputusan pokok organisasional mempengaruhi permintaan sumber daya manusia.
Rencana strategi perusahaan adalah keputusan yang paling berpengaruh. Ini
mengikat perusahaan dalam jangka waktu yang panjang untuk mencapai sasaran –
sasaran seperti tingkat tingkat pertumbuhan produk baru atau segmen baru.
Sasaran tersebut menentukan jumlah dan kualitas karyawan yang di butuhkan di
dalam waktu yang akan datang. Dalam jangka pendek para perancana menterjemahkan
rencana – rencana strategis menjadi oprasional dalam bentuk anggaran. Besar
anggaran tepengaruh jangka pendek yang paling berarti pada kebutuhan sumber
daya manusia. Forecast penjualan dan produksi meskipun tidak setepat anggaran
juga menyebabkan perubahan kebutuhan personalia. Jangka pendek. Perluasan usaha
berarti kebutuhan sumber daya manusia baru. Begitu juga, reorganisasi atau
perancangan kembali pekerjaan-pekerjaan dapat secara radikal merubah kebutuhan
dan memerlukan berbagai tingkat keterampilan yang berbeda dari para karyawan di
masa mendatang.
3.
Faktor-faktor
Persediaan Karyawan
Permintaan
sumber daya manusia dimodifakasi oleh kegiatan-kegiatan karyawan. Pensiun,
permohonan berhenti, terminasi, dan kematian semuanya menaikkan kebutuhan
personalia. Data masa lalu tentang faktor-faktor tersebut dan trend
perkembangannya bisa berfungsi sebagai pedoman perencanaan yang akurat.
2.3
Hubungan Antara Perencanaan SDM
Dengan Anggaran
Antara manajemen sumber daya manusia dengan anggaran
terdapat hubungan yang sangat erat. Pengaruh nilai terhadap perencanaan sumber daya
manusia sangat jelas pada hubungan ini. Hubungan tersebut dapat dilihat dalam
beberapa hal sebagai berikut :
·
Anggaran
merupakan pusat pertemuan antara polotik dengan administrasi publik, dan
merupakan proses lewat mana konflik-konflik nilai diatasi dan diterjemahkan ke
dalam program-program kongret melalui pengalokasian sumber-sumber daya yang
langka ke tujuan-tujuan program.
·
Karena
gaji dan tunjangan merupakan 50 hingga 70% dari pengeluaran instansi
pemerintah, nota keuangan yang paling vital yang disampaikan oleh pimpinan
eksekutif, atau dianggarkan oleh lembaga legislatif, merupakan pengeluaran
untuk gaji dan tunjangan. Alat yang paling umum digunakan oleh lembaga
legislatif untuk mempengaruhi besarnya dan arah dari program instansi adalah
pembatasan anggaran atas sejumlah kedudukan dan dialokasiakan untuk suatu
instansi, dan tingkat gaji dan tunjangan yang diperuntukkan bagi
jabatan-jabatan instansi pemerintah. Oleh karena itu persiapan anggaran dan
proses persetujuan merupakan saran melalui mana lingkup dari pada administrasi
publik perhubungan dengan lonteks politik lebih luas.
Perencanaan sumber daya manusia merupakan aspek manajemen
kepegawaian pemerintah yang menjabati antara lingkungan politik luar dan
aktivitas-aktivitas inti seperti analisis pekerjaan, uraian pekerjaan, evaluasi
pekerjaan, dan imbalan/kompensasi.
Dari semuanya itu, kata Klingner & Nalbandian,
perencanaan sumber daya manusia yang diusulkan oleh para manajer instansi
dipengaruhi oleh realitas politik pada prioritas-prioritas yang ditetapkan oleh
lembaga legislatif, dan perkiraan-perkiraan sumber pendapatan.
2.4
Anggaran Dan Manajemen Keuangan
1.
Anggaran
Suatu
perusahaan didirikan dengan maksud untuk mencapai tujuan. Agar tujuan tersebut
dapat tercapai diperlukan suatu perencanaan dan pengendalian yang baik melalui
anggaran.
Pengertian Anggaran:
Pengertian Anggaran:
·
Pengertian
anggaran menurut M. Munandar dalam bukunya “Budgeting, Perencanaan Kerja,
Pengkoordinasian Kerja, Pengawasan Kerja”, yaitu :“Anggaran adalah suatu
rencana yang disusun secara sistematis yang meliputi segala kegiatan, yang
dinyatakan dalan unit (kesatuan) moneter dan berlangsung untuk jangka waktu
(periode) tertentu yang akan datang”.
·
Pengertian
anggaran menurut Mulyadi dalam bukunya “Akuntansi Manajemen”, sebagai berikut :
“Anggaran merupakan suatu rencana kerja yang dinyatakan secara kuantitatif,
yang diukur dalam satuan moneter standar dan satuan ukuran yang lain, yang
mencakup jangka waktu satu tahun”.
·
Sedangkan
pengertian anggaran menurut Narumondang Bulan Siregar dalam bukunya “Penyusunan
Anggaran Perusahaan Sebagai Alat Manajemen Dalam Pencapaian Tujuan”, menyatakan
bahwa : “Anggaran adalah suatu pendekatan yang formal dan sistematis dari
pelaksanaan tanggung jawab manajemen didalam perencanaan, koordinasi, dan
pengawasan”.
Dari uraian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa anggaran
merupakan suatu rencana yang disusun secara sistematik yang meliputi seluruh
kegiatan perusahaan yang dinyatakan dalam kesatuan moneter, berlaku untuk
jangka waktu tertentu yang akan datang dan merupakan tanggungjawab pelaksanaan
fungsi manajer dari segi perencanaan, koordinasi dan pengawasan.
Macam-macam Anggaran.
Anggaran yang lengkap dan menyeluruh terdiri dari beberapa
unsur yang masing-masing unsur merupakan suatu paket anggaran yang dapat
dibedakan satu dengan yang lainnya.
Menurut M. Nafarin dalam bukunya “Penganggaran Perusahaan”,
anggaran dapat dikelompokkan dari beberapa sudut pandang berikut ini :
·
Menurut Dasar Penyusunan
·
Menurut Cara Penyusunan
·
Menurut Jangka Waktunya
·
Menurut Bidangnya
2.
Manajemen
Keuangan
Definisi
Manajemen Keuangan menurut Bambang Riyanto adalah keseluruhan aktivitas
perusahaan yang berhubungan dengan usaha mendapatkan dana yang diperlukan
dengan biaya yang minimal dan syarat-syarat yang paling menguntungkan beserta
usaha untuk menggunakan dana tersebut seefisien mungkin.
Sedangkan, definisi Manajemen
Keuangan menurut para ahli dapat Anda baca dibawah ini :
·
Liefman
: Manajemen Keuangan merupakan usaha untuk menyediakan uang dan menggunakan
uang untuk mendapat atau memperoleh aktiva.
·
Suad
Husnan : Manajemen Keuangan ialah manajemen terhadap fungsi-fungsi keuangan.
·
Grestenberg
: how business are organized to acquire funds, how they acquire funds, how the
use them and how the prof ts business are distributed.
·
James
Van Horne : Manajemen Keuangan adalah segala aktivitas yang berhubungan dengan
perolehan, pendanaan dan pengelolaan aktiva dengan tujuan menyeluruh.
·
J.
L. Massie : Manajemen keuangan adalah kegiatan operasional bisnis yang
bertanggung jawab untuk memperoleh dan menggunakan dana yang diperlukan untuk
sebuah operasi yang efektif dan efisien.
·
Howard
& Upton : Manajemen keuangan adalah penerapan fungsi perencanaan &
pengendalian fungsi keuangan.
·
JF
Bradley : Manajemen keuangan adalah bidang manajemen bisnis yang ditujukan
untuk penggunaan model secara bijaksana & seleksi yang seksama dari sumber
modal untuk memungkinkan unit pengeluaran untuk bergerak ke arah mencapai
tujuannya.
3.
Pengertian Dari Forcasting SDM
Ada beberapa metode forecasting
sumber daya manusia yang dikenal, yaitu:
·
Inkrementalisme
(atau dekrementalisme) merupakan metode perkiraan yang memproyeksikan
perubahan-perubahan garis lurus dalam kebutuhan pegawai berdasarkan fluktuasi
anggaran.
·
Collective
opinion, teknik ini meliputi pengumpulan informasi dari berbagai sumber didalam
dan diluar organisasi dan kemudian mencapai kesepakatan kelompok mengenai
penafsiran data tersebut.
·
Categorical
and Cluster forecasting, teknik kategori ini memperkirakan kebutuhan lebih
lanjut untuk berbagai kelompok kedudukan dan teknik kluster ini memperkirakan
kelompok-kelompok bersama kedudukan tersebut dengan syarat dan tuntutan akan
ketrampilan umum. Ini sering dipakai dalam organisasi yang besar.
·
Modeling,
metode ini menggunakan matematis dan komputer dimana para manager harus
menggunakan teknik-teknik model untuk memperkirakan permintaan dan penawaran
sumber daya manusia. Asumsi ini didasarkan pada keadaan ekonomi, perkembagan
teknologi, sistem pendidikan, persaingan para majikan, sifat dasar pasar tenaga
kerja, sistem kompensasi, jumlah lowongan dan praktek rekruitmen.
BAB
III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Perencanaan
sumber daya manusia atau perencanaan tenaga kerja merupakan serangkaian kegiatan yang dilakuan untuk
mengantisipasi permintaan-permintaaan bisnis
dan lingkungan pada organisasi diwaktu yang akan datang dan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan tenaga kerja yang
ditimbulkan oleh kondisi-kondisi tersebut.
Sumber daya manusia (Human Resource Planning) merupakan
salah satu fungsi dalam manajemen Sumber Daya Manusia yang mengorientasi pada
bagaimana menyusun langkah-langkah strategi
menyiapkan sumber daya manusia pegawai/karyawan dalam suatu organisasi secara tepat dalam jumlah dan kualitas yang
diperlukan. Perencanaan SDM sebagai proses manajemen dalam menentukan pergerakan sumber daya manusia
organisasi dari posisinya saat
ini menuju posisi yang diinginkan di masa depan dengan menggunakan data sebagai pedoman perencanaan di masa depan.
Dalam
pelaksanaannya, perencanaan sumber daya manusia harus disesuaikan dengan strategi tertentu. Hal ini dimaksudkan untuk meminimalisikan
adanya kesenjangan agar
tujuan dengan kenyataan dan sekaligus menfasilitasi keefektifanorganisasi dapat dicapai. Perencanaan sumber daya
manusia harus diintegrasikan dengan
tujuan perencanaan jangka pendek dan jangka panjang organisasi.
DAFTAR
PUSTAKA
Komentar
Posting Komentar