BAB 8 Promosi Dan Pemindahan
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Kebijakan
untuk melakukan pemindahan adalah dimana pegawai dari satu jabatan ke jabatan
lain maka akan mengadakan promosi buat kesempatan menduduki jabatan,
merupakan persoalan yang dihadapi oleh seorang pegawai. Sebagian pegawai
mendapatkan kesempatan yang baik dalam mendapatkan jabatan, namun banyak pula
yang kurang mendapatkan kesempatan tersebut.
Promosi
adalah bentuk apresiasi seseorang yang memiliki kinerja diatas standar
organisasi dan memiliki prestasi kerja yang baik. Dalam proses kerja
sehari-hari seorang karyawan dapat saja bekerja dengan baik, namun apabila
pekerjaan itu dikerjakan setiap hari tanpa adanya perkembangan maupun perubahan
sedikit pun, maka akan terjadi penurunan kinerja karyawan tersebut. Kejadian
seperti ini harus ditangani dengan tujuan agar perusahaan dapat tercapai dengan
baik. Maka dari itu dalam proses kerja ini diperlukan penyegaran sistemnya.
Seringkali
efisiensi pelaksanaan organisasi tergantung pada pengelolaan dan pendayagunaan
manusia, itulah sebabnya maka setiap manajer harus mampu bekerja secara efektif
dengan manusia, dan harus mampu memecahkan bermacam-macam persoalan sehubungan
dengan pengelolaan sumberdaya manusia. Pengelolaan sumberdaya manusia di dalam
organisasi kemudian dikenal dengan manajemen Personalia dan kemudian berkembang
menjadi Manajemen Sumberdaya Manusia. Dengan pengelolaan sumber daya manusia
yang baik maka diharapkan terciptanya motivasi dan peningkatan kerja dari para
pekerja atau pegawai ataupun karyawan yang bekerja disuatu organisasi ataupun
instansi.
1.2 Rumusan
Masalah
1. Apakah
Jalur Promosi ?
2. Bagaimanakah
Berbagai Dasar Promosi ?
3. Bagaimanakah
Kecakapan Kerja Verdud Senioritas ?
4. Bagaimanakah
Penurunan (Demotion) ?
5. Bagaimanakah
Pemindahaan ?
6. Apakah
Rencana Promosi dan Pemindahan ?
1.3 Tujuan
Masalah
1. Untuk
Mengetahui Jalur Promosi
2. Untuk
Mengetahui Berbagai Dasar Promosi
3. Untuk
Mengetahui Kecakapan Kerja Verdud Senioritas
4. Untuk
Mengetahui Penurunan (Demotion)
5. Untuk
Mengetahui Pemindahaan
6. Untuk
Mengetahui Rencana Promosi dan Pemindahan
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Jalur
Promosi
Analisa
jabatan memberikan informasi dasar yang diperlukan utk menggambarkan jalur
promosi dalam suatu organisasi. Biasanya pernyataan” yang berada dalam pikirin
para karyawan / calon karyawan adalah sbb :
1. Menuju jabatan apa jabatan ini
2. Demi jabatan apa kita akan
dipromosikan ke jabatan ini.
Karena itu
perencanaan yang jelas tentag jalur promosi perlu dilakukan sebab sering kalur
promosi tersebut terbatas pada suatu departeman saja. contoh : seorang pejabat
bagian produksi maksimal hanya bisa naik pangkat sampai direktur produksi.
2.2 Dasar
Promosi
Pedoman yang
dijadikan dasar untuk mempromosikan karyawan adalah:
1. Pengalaman (senioritas)
Pengalaman
yaitu promosi yang didasarkan pada lamanya pengalaman kerja karyawan.
Pertimbangan promosi adalah pengalaman kerja seseorang, orang yang terlama
bekerja pada perusahaan mendapat prioritas utama dalam tindak promosi.
2. Kecakapan (ability)
Kecakapan
(ability) yaitu seseorang akan dipromosikan berdasarkan penilaian kecakapan.
Pertimbangan promosi adalah kecakapan, orang yang cakap atau ahli mendapat
prioritas pertama untuk dipromosikan. Kecakapan adalah total dari semua
keahlian yang diperlukan untuk mencapai hasil yang bisa dipertanggungjawabkan.
3. Kombinasi pengalaman dan kecakapan
Kombinasi
pengalaman dan kecakapan yaitu promosi yang berdasarkan lamanya pengalamandan
kecakapan. Pertimbangan promosi adalah berdasarkan lamanya dinas, ijazah
pendididkan formal yang dimiliki dan hasil ujian golongan. Jika seseorang lulus
dalam ujian dan hasil ujian kenaikan dipromosikan.
Cara ini adalah
dasar promosi yang terbaik dan paling tepat karena mempromosikan orang yang
paling berpengalaman dan terpintar sehingga kelemahan promosi yang hanya
berdasarkan pengalaman/kecakapan saja dapat diatasi.
2.3 Kecakapan
Kerja Versus Senioritas
Masalah
kecakapan kerja dan senioritas didalam perusahaan sulit untuk diputuskan
mengingat baik kecakapan maupun senioritas masing-masing mempunyai kelebihan
dan untuk memilih mana yang lebih baik. apabila kita kelompokkan kecakapan
kerja dan senioritas adalah sebagai berikut :
Kecakapan
kerja:
Dalam
kelompok ini perubahan organisasi, perubahan cara kerja, dan perubahan hubungan
kerja, umumnya tidak sulit diterima dan mudah untuk menyesuaikan diri.
Senioritas:
Dalam
kelompok ini perubahan organisasi, perubahan cara kerja, dan perubahan hubungan
kerja , umumnya sulit diterima karena kelompok ini sudah terbiasa dengan
cara-cara lama yang biasa dilakukan sehingga memerlukan pemahaman kembali dan
adaptasi dalam menghadapi perubahan.
Apabila kita
hubungkan dengan rencana promosi akan timbul pertanyaan mana yang lebih
prioritas untuk dipromosi, apabila perusahaan dihadapkan dua pilihan dimana
kelompok-kelompok tersebut sama-sama mempunyai kecakapan, mari berkompromi
dengan melihat nilai plus dari keduanya maka yang akan muncul adalah
senioritas.
Untuk lebih
jelas dan terukur perusahaan dapat membuat persyaratan seperti: persyaratan
promosi, pengalaman, pendidikan, kondite, dan masa kerja diperusahaan sehingga
terukur yang mana lebih unggul dan prioritas untuk di promosi. Cara ini lebih
ideal untuk mendapatkan keputusan objektif juga mudah dipertanggung jawabkan,
semoga cara ini dapat mengacu setiap pekerja baik yang sudah senior maupun yang
masih baru untuk eksis dipekerjaannya.
2.4 Penurunan
(Demotion)
Demosi
merupakan suatu bentuk mutasi vertikal yang berupa penurunan
pangkat/posisi/jabatan/pekerjaan yang secara otomatis dengan
penurunan pendapatan. Suatu demosi biasanya dilakukan karena seorang tenaga
kerja telah melakukan pelanggaran disiplin organisasi yang berat. Demosi adalah
perpindahan karyawan dari suatu jabatan ke jabatan yang lebih rendah
di dalam suatu organisasi, wewenang, tanggung jawab, pendapatan sertas
statusnya semakin rendah.
Demosi adalah penurunan pangkat/jabatan seorang
karyawan yang dilakukan dalam suatu organisasi (Hasibuan, 2001: 114).
Tujuan demosi adalah untuk menghindari kerugian perusahaan, memberikan
jabata/posisi, gaji dan status yang tepat sesuai dengan kemampuan kecakapan
karyawan yang bersangkutan. Demosi ini merupakan hukuman
terhadap karyawan yang tidak mampu mengerjakan tugas-tugasnya pada jabatan
yang dipangkunya hingga jabatannya diturunkan.
2.5 Pemindahan
Memindahkan
karyawan dari suatu jabatan ke jabatan lain dalam satu tingkatan organisasi
secara horizontal tanpa adanya peningkatan tanggung jawab, kekuasaan maupun
gaji.
DASAR PEMINDAHAN:
-
Karyawan
yang bersangkutan
-
Kehendak
perusahaan
Pemindahan
yang didasarkan atas keingian pegawai pada umunya hanya merupakan memindahan
jabatan yang sama. Alasan pemindahan tersebut misalnya pegawai tersebut merasa
kurang tepat pada jabatannya atau kurnag bisa kerja sama dengan kawan-kawan
sepekerjaan atau dengan atasan langsungnya.
Pemindahan
karena keinginan perusahaan dapat terjadi karena dua sebab. Sebab pertama
adalah untuk menjamin bahwa kepercayaan pegawai bahwa mereka tidak akan
diberhentikan karena kekurangan kecakapan dan jabatan yang lama. Sebab yang
kedua adalah untuk mengurangi rasa bosan pegawai karena dianggap terlalu lama
memegang jabatan yang sama.
Menurut
Manullang, pemindahan pegawai karena keinginan perusahan dapat terjadi sebagai
berikut:
1. Kebutuhan untuk menyesuaikna
sementara misalnya seseorang tidak masuk kerja
2. Mengatasi keadaan darurat karena
fluktuasi volume pekerjaan
3. Kebutuhan latihan, misalnya rotasi
jabatan
4. Kebutuhan ploeg pekerja.
2.6 Rencana
Promosi dan Pemindahan
Sebaiknya
suatu perusahaan membuat rencana yang jelas untuk promosi dan pemindahan bagi
para karayawannya. Apabila perusahaan tidak memilikinya maka perusahaan tidak
mempunyai acuan tentang dasar-dasar promosi dan pemindahan sehingga dalam
prakteknya sering terbentuk pada faktor subyektifitas. Oleh karena itu,
perusahaan harus menetapkan dan membuat:
1. Hubungan horizontal dan vertikal
dari masing-masing jabatan
Seorang
karyawan yang hendak dipindahkan atau dipromosikan tidak boleh ditempatkan pada
sembarang jabatan. Karawan tersebut harus ditempatkan ke jabatan yang ada
hubungannya dengan jabatan sebelumnya. Oleh karena itu, sebelum diadakan
pemindahan pegawai harus ditentukan hubungan vertikal maupun horizontal dari
masing-masing karyawan.
2. Penulisan kecakapan pegawai
Apabila
hubungan vertikal dan horizontal telah ditetapkan maka untuk menetukan calon
siapa yang akan dipromosikan atau dipindahkan ke jabatan yang lowong, harus
diadakan penilaian kecakapan pegawai-pegawai tersebut. Dengan penilaian yang
diadakan akan diperoleh keterangan pegawai mana yang pantas dipromosikan dan
pegawai mana yang akan dipindahkan.
3. Ramalan lowongan dan data pegawai
Berkaitan
dengan lowongan pekerjaan pada suatu perusahaan terdapat dua cara penetapan. Cara
yang pertama adalah dengan terlebih dahulu mendapatkan data trun over
pegawai dan kemudian menetukan proyek-proyek yang diharapkan dibuka. Dengan
cara demikian dapat ditetukan besarnya lowongan yang mungkin dibuka pada waktu
yang akan datang. Misalnya dalam suatu perusahaan terdapat dua ratus lima puluh
orang dan trunover pegawai adalah sepuluh persen. Proyek yang diharapkan dibuka
memerlukan tambahan karyawan sebanyak dua puluh orang, maka berdasarkan
keterangan di atas dapat diketahui bahwa ramalan lowongan berjumlah empat puluh
lima orang.
Cara yang kedua, ramalan lowongan pekerjaan suatu perusahaan ditetapkan
dengan membuat skema organisasi tentang umur pegawai. Pada skema organisasi
dipakai jenis warna tertentu untuk menunjukkan umur dari pejabat. Misalnya
pegawai yang berumur di bawah 20 tahun diberi warna kuning, kelompok pegawai
yang berumur antara 20 sampai 30 tahun diberi warna hijau, pegawai yang berumur
antara 30 sampai 45 tahun iberi warna biru dan pegawai yang berumur 45 tahun
atau lebih dikelompokkan dan diberi warna merah. Dengan demikian dapat
ditentukan ramalan lowongan pekerjaan untuk beberapa waktu yang akan datang.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Latihan
adalah aktivitas organisasi untuk memperbaiki dan mengembangkan kemampuan,
kecekatan, keterampilan atau sikap dan tingkah laku karyawan sesuai dengan
kebutuhan organisasi.
Ada beberapa
tujuan diadakannya latihan pegawai kantor, diantaranya yaitu bekerja lebih
efisien, mengurangi turnover pegawai, meningkatkan kualitas produk,
meningkatkan hasil kinerja pegawai.
Promosi
adalah perpindahan jabatan yang lebih tinggi dan kenaikan jabatan yang disertai
dengan perubahan status, kekuasaan dan tanggung jawab yang lebih besar.Tujuan
diadakannya promosi adalah mempertinggi semangat kerja, menjamin stabilitas
pegawai, realisasi untuk mengembangkan pegawai.
Pemindahan
atau lebih dikenal dengan mutasi adalah proses pemindahan jabatan dari satu
jabatan ke jabatan lain yang sederajat.
Pemindahan
karyawan biasanya bertujuan untuk menempatkan karyawan pada tempat yang
setepatnya agar pegawai yang bersangkutan mendapatkan kepuasan kerja yang
tinggi sehingga dapat memberikan prestasi yang maksimal.
DAFTAR PUSTAKA
Komentar
Posting Komentar